Jika terditeksi lebih dini seorang perempuan memiliki miom dan kista akan mampu memberikan peluang sembuh lebih tinggi.
dr Kathleen Juanita Gunawan Soenario, SpOG, dokter spesialis
kebidanan dan kandungan Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) mengatakan, miom dan kista adalah dua hal yang berbeda.
”Miom adalah tumor jinak dari otot uterus atau rahim, sedangkan kista adalah benjolan di ovarium atau indung telur," kata Kathleen di Jakarta, Kamis (8/12/2016).
Namun kedua penyakit wanita tersebut mayoritas berkembang setelah menarche (menstruasi pertama) dan berkurang setelah menopause.
Sebagian besar miom
tidak memperlihatkan gejala, tetapi gejala yang paling sering adalah
menstruasi yang banyak dan lama, sering buang air kecil (BAK), tidak
dapat menahan BAK dan sulit buang air besar.
"Perut bagian bawah terasa tidak nyaman, nyeri saat haid, nyeri saat berhubungan seksual, infertilitas atau keguguran," katanya.
Sementara untuk kista,
gejala terlihat seperti nyeri haid yang hebat dan tiba-tiba, rasa tidak
nyaman pada perut bagian bawah, perut membesar, sulit makan, dan
gangguan menstruasi.
Tatalaksana pada miom meliputi observasi, embolisasi arteri uterina dan pengangkatan miom atau seluruh rahim.
"Sedangkan tatalaksana pada kista meliputi pengangkatan observasi dan pengangkatan kista atau seluruh ovarium bergantung pada ukuran kista, usia penderita, dan penemuan saat operasi," katanya.
Agar bisa terhindar, harus menerapkan hidup sehat dengan menerapkan
pola makan sehat dan melakukan skrining minimal setahun sekali bagi
wanita yang sudah melakukan hubungan seksual, serta pemeriksaan ultrasonografi untuk melihat rahim dan indung telur.
Akademi
Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB
Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi :
www.akbiduk.ac.idAkbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.
http://www.tribunnews.com/kesehatan/2016/12/08/penanganan-lebih-dini-penanganan-kesembuhan-miom-dan-kista-makin-tinggi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar